Penerapan Manajemen Perjalanan Anggota Muda Mahacita UPI di Gunung Bukit Tunggul

Anggota Muda Mahacita UPI berfoto bersama di puncak Gunung Bukit Tunggul (2.209 MDPL) setelah menempuh jalur pendakian via Kebun Kina sebagai bagian dari rangkaian Pendidikan Lanjutan  XLV. (Foto : Revi Hermayadini)

BANDUNG- Anggota Muda Mahacita Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tengah menjalani rangkaian Pendidikan Lanjutan (DIKJUT) XLV yang berlangsung dari Mei sampai Juni 2026. Sebagai salah satu bagian dari tahapan dikjut tersebut, anggota muda telah selesai melakukan kegiatan pendakian dengan menerapkan manajemen perjalanan dan hutan gunung ke Gunung Bukit Tunggul pada tanggal 13 hingga 14 Juni 2026 dengan menempuh jalur pendakian via Kebun Kina, kawasan Bandung Utara.

Kegiatan ini sangat penting untuk menguji kemampuan anggota muda Mahacita untuk menghadapi karakteristik hutan gunung. Medan Gunung Bukit tunggul yang memiliki vegetasi cukup rapat dipilih untuk menerapkan manajemen perjalanan yang telah dirancang. Di sini terdapat beberapa aspek penting seperti pembagian beban logistik yang sesuai juga pengaturan tim pendakian. Sebagai bagian dari penggalian informasi mengenai sejarah dan kondisi terkini Gunung Bukit Tunggul. Anggota muda menghimpun keterangan dari warga sekitar dan pihak basecamp. Menurut salah satu pengelola basecamp, dahulu beredar kisah bahwa Bukit Tunggul, Tangkuban Parahu, dan Burangrang berasal dari “satu indukan” cerita rakyat yang sama.  Saat diwawancarai mengenai asal usul gunung tersebut, pengelola basecamp menjelaskan, “Kenapa ini dinamakan Bukit Tunggul, yang saya tahu itu karena dulunya itu beredarnya cerita rakyat yang mengenai Sangkuriang, yang Tangkuban Parahu. Makanya kalau kata orang dulu, Bukit Tunggul, Tangkuban Parahu, sama Burangrang itu satu indukan,” ujar A Ari saat diwawancarai pada Sabtu 13 juni 2026.  Gunung ini juga diketahui memiliki peran penting sebagai penopang sumber daya air bagi wilayah Bandung Raya. Sumber air dari kawasan Bukit Tunggul disebut mengalir cukup luas, bahkan hingga ke kawasan Dago dan Tahura. Hal ini karena Bukit Tunggul merupakan salah satu titik hulu Sungai Cikapundung yang menjadi sumber kehidupan bagi warga di sekitarnya.

Tim wawancara basecamp bersama pihak pengelola basecamp Gunung Bukit Tunggul, dalam rangka menggali informasi sejarah dan kondisi jalur pendakian. (Foto : Rahma Elvia Raina Shofi)

Selama dua hari kegiatan, anggota muda menjalankan sejumlah agenda inti sebagai bentuk penerapan manajemen perjalanan dan hutan gunung yang telah dipelajari sebelumnya. Pada hari pertama, tim melakukan pendaftaran di basecamp Kebun Kina, dilanjutkan dengan perjalanan menuju Pos 2 sambil menerapkan pembagian peran tim seperti leader, navigator, sweeper. Di sela perjalanan, anggota muda turut melakukan wawancara langsung dengan warga setempat dan pengelola basecamp guna menghimpun informasi mengenai sejarah, mitos, serta kondisi jalur Bukit Tunggul. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak Gunung Bukit Tunggul. Selama perjalanan, tim navigator merekam jalur pendakian menggunakan aplikasi Avenza Maps untuk menghasilkan data spasial berupa rute jalur pendakian, check point dan data persimpangan, sekaligus melakukan dokumentasi kondisi alam di sepanjang jalur dan puncak gunung sebagai bahan video dokumenter. Dalam perjalanan turun menuju basecamp, anggota muda juga melaksanakan aksi bersih jalur dengan memunguti sampah yang ditemukan di sepanjang trek pendakian sebagai bentuk penerapan waste management.

Fadhil merekam jalur pendakian Gunung Bukit Tunggul menggunakan aplikasi Avenza Maps untuk menghasilkan data spasial jalur. (Foto : Rahma Elvia Raina Shofi)
Tahap pembersihan sampah hasil pengumpulan di jalur pendakian sebelum dilakukan pemilahan dan pengelolaan lebih lanjut melalui sistem waste management. (Foto : Sukma Nurjairah Anggraeni)

Melalui rangkaian kegiatan ini, anggota muda Mahacita UPI menghasilkan tiga output utama, yaitu data spasial jalur pendakian Gunung Bukit Tunggul via Kebun Kina yang direkam melalui aplikasi Avenza Maps, penerapan waste management berupa aksi bersih jalur pendakian, video dokumenter yang menampilkan keindahan alam Bukit Tunggul. Ketiga output tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam upaya pengenalan kawasan Gunung Bukit Tunggul kepada masyarakat luas.

Artikel ini merupakan hasil kontribusi dari Anggota Muda XLV

Data spasial : https://drive.google.com/drive/folders/1SeasOWqrPqxfqyKLBag7tOznM9Zi8YKk

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top